Keindahan Candi  Sewu

Pada kesempatan kali ini kami dari http://139.99.16.2 akan memberikan sedikit informasi mengenai tempat wisata yang seru. Jalan jalan wisata di areal jogja, wisman disuguhkan menu beragam pilihan jenis objek wisata. Mulai dari objek pantai di gunung kidul, wisata dataran tinggi di lereng Merapi, dan tidak kalah luar biasanya adalah wisata sejarah dan kebudayaan.

Dibandingkan bagian lain dari tanah jawa, mungkin daerah Yogjakarta merupakan daerah terpadat dengan tinggalan sejarah. Terutama kompleks candi di area antara  lereng selatan Gunung Merapi di utara hingga pegunungan Sewu di selatan.

Candi Sewu adalah salah satu dari puluhan candi di area itu. Kompleks Candi Sewu merupakan kumpulan candi Buddha terbesar di kawasan sekitar Prambanan. Kompleks candi ini memiliki bentang ukuran utara-selatan 185 meter dan timur-barat 165 meter.

Pintu masuk kompleks percandian berada di keempat penjuru mata angin. Namun mencermati susunan bangunannya, diyakini pintu utama terletak di sisi timur. Pada tiap pintu masuk, gerbang dikawal oleh arca Dwarapala. Dwarapala merupakan Arca raksasa penjaga setinggi 2 meter lebih.

Pada komposisi lengkap, kompleks candi sewu terdiri dari 249 bangunan candi, yang disusun membentuk mandala wajradhatu, perwujudan alam semesta dalam kosmologi Buddha Mahayana. Pada setiap penjuru mata angin terdapat masing-masing sepasang candi penjuru yang saling berhadapan. Nmaun saat ini hanya candi penjuru kembar timur dan satu candi penjuru utara yang masih utuh.

Candi-candi yang lebih kecil mengelilingi candi utama yang paling besar tetapi beberapa bagiannya sudah tidak utuh lagi. Di balik barisan ke-4 candi kecil terdapat pelataran beralas batu dan di tengahnya berdiri candi utama.

Candi utama memiliki denah poligon bersudut 20 yang menyerupai tanda silang yang berdiameter 29 meter dan tinggi bangunan mencapai 30 meter. Pada tiap penjuru mata angin terdapat struktur bangunan yang menjorok ke luar, masing-masing dengan tangga dan ruangan tersendiri dan dimahkotai susunan stupa.

Seluruh bangunan candi terbuat dari batu andesit. Berdasarkan temuan pada saat pemugaran, diperkirakan rancangan awal bangunan hanya berupa candi utama berkamar tunggal. Candi ini kemudian diperluas dengan menambahkan struktur tambahan di sekelilingnya.